Di bandara, manajemen memutuskan memindahkan Kapten Herman dari kokpit ke peran pramugara, memicu protes kolega dan tawaran rekrut dari Maskapai Jagat Raya. Tim mendemonstrasikan pemeriksaan keamanan otomatis yang menurut mereka membuat kapten tradisional tak lagi diperlukan, sementara beberapa rekan meremehkan Herman sebagai ketinggalan zaman. Herman merasa ada yang tidak beres dan bersikeras memeriksa pesawat sendiri. Tim penerbang siap dan meminta arahan, tapi ia menolak memberi wewenang penuh kepada Farel yang masih muda dan jam terbangnya sedikit. Dengan 20 menit sebelum lepas landas, Herman menunda izin lepas landas, keputusan berikutnya akan menentukan nasib penerbangan dan karier Farel.