Pesawat menjalani pendaratan darurat dan penumpang selamat, tapi penyebab insiden harus ditelusuri. Di rapat, satu pihak meremehkan masalah sebagai penutup kemudi yang lepas sementara kepala divisi menuduh seorang kru (disebut 'tua bangka') lalai dan pantas dipecat. Tuduhan memicu bentrokan fisik dan hinaan; kepala divisi menuntut pemeriksaan keamanan yang diabaikan dan menawarkan syarat merendahkan (berlutut, menjilat sepatu) agar orang itu tetap bekerja. Rekan membela Kapten Herman yang menyelamatkan semua orang, dan disebut bahwa Maskapai Jagat Raya mungkin menerimanya. Episode berakhir dengan tekanan pada kru tua: memilih martabat atau masa depan anaknya, keputusan belum diambil.