Pesawat mengalami kerusakan dan meluncur dengan kecepatan terlalu tinggi; awak panik saat badan pesawat terbalik dan bergerak berlawanan arah. Seorang pilot mencoba manuver 'legendaris' untuk mengendalikan laju, tapi kru memperingatkan kecepatannya masih berbahaya. Sayap kanan mulai terbakar; ada peringatan lima menit sebelum pesawat meledak. Kapten Herman dan awak berdebat soal menumpahkan bahan bakar sebagai satu-satunya cara menurunkan kecepatan meski persediaan menipis. Jarak ke tanah mengecil (dua kilometer, satu kilometer) dan risiko tabrakan meningkat; terakhir seorang awak menuduh tindakan kapten menyebabkan kematian mereka, meninggalkan nasib pendaratan dan keselamatan semua orang belum jelas.