Di sebuah pertemuan, seorang pria bernama Hadi membacakan puisi yang mendapat pujian. Seorang wanita yang hadir, tampaknya bernama Weni, langsung menyadari bahwa puisi itu identik dengan karyanya sendiri, sehingga mempertanyakan bakat Hadi. Di tempat lain, seorang pria bernama Ganu tampak bingung dengan kehadiran dan perilaku Weni. Weni kemudian mengungkapkan kepada Ganu bahwa di kehidupan sebelumnya, Ganu disiksa oleh Hadi demi menyelamatkannya, dan kini ia bertekad melindungi Ganu. Sementara itu, terungkap bahwa Hadi adalah seorang penipu yang memaksa orang lain menulis puisinya dan mengurung penulis tersebut. Weni memberi instruksi kepada seorang pelayan untuk mengumpulkan semua karya Hadi yang beredar. Episode berakhir dengan Ganu menghadap kepada seorang yang lebih tinggi kedudukannya dan secara mengejutkan meminta anugerah pernikahan antara dirinya dengan Weni.