Seorang wanita dari Keluarga Hava berdebat dengan saudaranya karena ia menolak pernikahan yang diatur keluarga. Ia bahkan menolak menjadi penerus keluarga. Saudaranya yang marah menuduhnya sudah merusak pertunangan Putri Marquis Arwu dengan putra Keluarga Iwan karena ingin 'menolong' sang putri. Wanita itu mengaku sudah memberi giok sebagai tanda dan berharap dirinya dituntut. Sementara itu, di tempat lain, Nona Weni (Putri Marquis Arwu) mendapat kiriman buah dari Kaisar untuk Tuan Ganu dan terkejut mendengar rumor bahwa Ganu dari Keluarga Hava meminta Kaisar menikahkan mereka. Rumor itu dengan cepat menyebar di masyarakat, mempertanyakan mengapa seorang pria terhormat seperti Ganu mau menikahi Weni yang digambarkan kurang baik.