Seorang ayah memperingatkan putrinya tentang konsekuensi membatalkan pertunangan dengan Tuan Ganu, pria berstatus tinggi namun berperilaku urakan. Putri tersebut bersikeras tidak keberatan, bahkan siap tidak menikah lagi jika ada yang percaya rumor. Ayahnya menyerah, menyatakan hanya bisa menunggu reaksi pihak lain. Di sisi lain, Tuan Ganu sendiri justru menyatakan kepada kakeknya bahwa dia telah memberikan giok kepada Nona Weni dan merasa gadis itu cukup baik. Ketika ditanya apakah dia serius menyukainya, Ganu menjawab ya. Kakek yang senang karena cucunya akhirnya mau menikah, langsung berniat mengundang Nona Weni untuk menikmati bunga di kediaman mereka, berseru pada istrinya bahwa mereka akan segera punya cucu menantu.